Peran Mahasiswa dalam Mendorong Adaptasi Ekonomi Digital bagi Masyarakat menegah bawah
sumber gambar:kompasiana.com
Perkembangan ekonomi Indonesia yang pesat mengejutkan
banyak orang. Ini ditandai dengan pergeseran dari kegiatan ekonomi tradisional ke
digital. Maraknya layanan berbasis teknologi digital, seperti dompet digital, e-commerce,
dan platform kerja berbasis daring, menunjukkan perubahan tersebut.
Namun, banyak orang di masyarakat menengah ke bawah menentang perubahan ini. Sudut
pandang yang skeptis dapat menghambat inklusi ekonomi secara keseluruhan dan memperluas
disparitas digital di berbagai wilayah.
Oleh karena itu, masyarakat menengah ke bawah harus dididik dan dilatih untuk menyesuaikan
diri dengan ekonomi digital. Sehingga mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam
mendorong adaptasi ekonomi digital, tujuan mereka adalah untuk meningkatkan produktivitas
dan menciptakan peluang bisnis baru.
Di sini, mahasiswa bertindak sebagai penggerak perubahan.
Mahasiswa diharapkan dapat menjembatani teknologi dan masyarakat dengan latar pendidikan
yang baik dan akses informasi yang lebih luas daripada masyarakat pada umumnya.
Ini dapat dicapai melalui program pengabdian kepada masyarakat yang meningkatkan
keterbukaan ekonomi digital. Salah satu contohnya adalah memberikan instruksi kepada
pelaku UMKM di wilayah yang masih terisolasi tentang cara menggunakan dompet digital
dan platform e-commerce. Mengetahui tentang keuangan digital dapat membantu masyarakat
mendapatkan layanan keuangan yang lebih baik. Tapi itu tidak cukup untuk diterapkan
dalam satu hari. Agar ekonomi digital menjadi merata, pemerintah lokal harus bekerja
sama.
Kita dapat mengambil contoh, yaitu program seperti pelatihan
dalam mengunakan dompet digital dan platfrom e-commerce bagi seluruh pelaku UMKM
yang berada di daerah yang masih terisolasi. Dengan adanya pengetahuan mahasiswa
diharapkan, mahasiswa yang melakukan program pengabdian pada masyarakat dapat memberikan
pemahaman mengenai literasi keuangan digital kepada seluruh masyarakat, serta dapat
membuka akses layanan keuangan yang lebih baik. Namun dalam menerapkan tidak cukup
dengan waktu sehari, perubahan ini perlu adanya kaloborasi bersama pemerintah setempat,
supaya pemerataan ekonomi digital dapat terealisasikan.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa transformasi
ekonomi yang digerakkan oleh teknologi digital memiliki potensi untuk memberikan
peluang yang sangat besar bagi Indonesia. Akan tetapi, beberapa orang, terutama
dari masyarakat menengah ke bawah, masih kesulitan beradaptasi. Oleh karena itu,
siswa memainkan peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan teknologi
digital.
1.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2020). Pengembangan Inklusi Keuangan Digital
di Indonesia.: https://www.ojk.go.id/id/Publikasi/E-Magazine/Documents/Majalah%20Edukasi%20Konsumen%20Triwulan%20IV%202024.pdf?utm_source=chatgpt.com
2.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Statistik Digital Indonesia 2022.:
https://www.bps.go.id/id/publication/2023/08/31/131385d0253c6aae7c7a59fa/statistik-telekomunikasi-indonesia-2022.html
Nama : Rizky Saputra
NIM : 1707625016
Program Studi : Pendidikan Bisnis
Kelompok : 12
Komentar
Posting Komentar